Showing posts with label wawasan. Show all posts
Showing posts with label wawasan. Show all posts

Wednesday, September 28, 2011

Kerajaan Kutai

Diceritakan ada sebuah kerajaan berlokasi di Kutai, Kalimantan Timur. Kerajaan ini sebenarnya tidak memiliki nama. Nama Kutai sendiri disepakati oleh para sejarawan karena tidak ada data spesifik yang menunjukkan nama kerajaan tersebut.

Sumber sejarahnya adalah 7 buah yupa. Empat buah yupa yang ditemukan tahun 1879 dan tiga buah yupa yang ditemukan tahun 1940 di dekat aliran Sungan Mahakam. Yupa-yupa itu diperkirakan berasal dari abad ke-4 masehi. Yupa ini berisi tulisan huruf palawa dalam bahasa sensakerta. Isi yupa ini antara lain silsilah raja yang menyatakan bahwa seorang Maharaja Kudungga mempunyai seorang putra namanya Aswawarman. Aswawarman diidentikkan dengan Dewa Matahari yakni Dewa Ansuman. Nah, Aswawarman ini punya tiga orang anak, salah satu yang terkemuka adalah Mulawarman. Ih yupa tuh apa sih? Yupa secara umum adalah tiang batu yang digunakan untuk mengikat binatang sebagai sesembahan.

Jadi apa kesimpulannya sejauh ini?
Dalam yupa ditemukan tiga nama, yakni Kudungga, Aswawarman, dan Mulawarman. Mereka adalah raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kutai.


Hmmm..coba kita perhatikan. Apa pernah dengar orang india namanya Kudungga? India sebelah mana? Gak ada yey. Nama Kudungga ada yang berpendapat merupakan nama penduduk asli, ada juga yang bilang asalnya dari Kamboja. Menurut pendapat pertama Kudungga adalah seorang Kepala Suku yang terpengaruh oleh ajaran Hindu lalu memeluk agama tersebut. Kemudian, ia membangun dinasti atau keluarga Kutai.

Siapa Kudungga?
Kudungga adalah raja kerajaan Kutai yang bernama asli dari daerah tersebut--Kalimantan Timur. Ia merupakan seorang raja pertama--sekaligus pendiri--kerajaan Kutai. Ia tidak beragama Hindu sejak lahir.


Mulawarman. Mula + warman. Mulawarman. Warman adalah nama yang berunsur India, nama ini banyak ditemukan di India Selatan. Begitu pula dengan Aswawarman, anaknya. Mulawarman sendiri merupakan anak dari Kudungga. Siapa dia? Dia adalah raja berikutnya, penerus dari Kudungga. Mulawarman dikenal sebagai raja yang bijaksana, kuat, dan berkuasa. Mulawarman juga dikenal dapat menjalin hubungan yang baik dengan kaum Brahmana. Terlihat dari isi yupa yang menceritakan Raja Mulawarman mengurbankan 1.000 ekor sapi sebagai hadiah untuk mereka. Sapi? Kenapa gak ikan aja? Nah, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar rakyat kerajaan ini bermatapencaharian sebagai petani atau peternak.

Apa katanya?
- Nama Mulawarman dan Aswawarman berasal dari India Selatan, dengan demikian disimpulkanlah bahwa Kutai adalah kerajaan bercorak Hindu.
- Isi yupa selain silsilah raja-raja, juga digambarkan proses ritual raja Mulawarman yang mengorbankan 1.000 ekor sapi untuk kaum Brahmana.
- Matapencaharian rakyat sebagai besar adalah sebagai petani.



Sunday, September 25, 2011

Tau gak meriam yang dipake Sultan Mehmed II?

Siapa yang bikinnya coba?? namanya Orban. Dia adalah pembuat meriam abad pertengahan yang cukup terkenal. Sebenarnya Orban tidak tau cara menyundutnya (halaaaaaaaah menyundut). Iya menyengeutnya..eh meletuskannya. Sultan tidak putus asa, memang dia niat buat bikin meriam gede jadilah Orban disuruhnya membuat walaupun ia gak tau cara menyalakannya.

Pada musim panas 1452 Orban mulai membuatnya. Tiga bulan kemudian meriam pertamanya ini jadi dan dibawa ke Penggorok Tenggorokan untuk menjaga Bosporus. Senjata ini yang menghancurkan kapal Rizzo pada November 1452, bikin berita menyebar bahwa pasukan artileri Usmani sangat kuat. Segini aja udah bikin seisi kota gempar, apa yang diinstruksikan Sultan Mehmed II setelah ini coba?? Ia memerintahkan Orban untuk buat yang 2x lebih besar. Buset!


Mari kita baca cara bikinnya yang amat berbahaya. Ilustrasi ini dicatat oleh Evlia Chlebi--seorang pengelana Usmani--ke sebuah pabrik meriam saat itu.

Pada hari meriam akan dicetak, pimpinan proyek beserta tukang-tukangnya, serta komandan pasukan artileri, mandor kepala, imam, muazin, dan penjaga waktu, semuanya berkumpul dan menyerukan "Allah, Allah", lalu kayu pun dimasukkan ke dalam tungku. Setelah tungku dipanaskan selama dua puluh empat jam, para tukang dan pemasok bahan menanggalkan pakaian mereka kecuali cawat, topi aneh yang cuma menutupi seluruh bagian kepala selain bagian mata, dan kain untuk melindungi lengan; karena setelah tungku dipanaskan selama 24 jam, tidak seorang pun dapat mendekatinya karena terlalu panas. Karena itulah mereka berpakaian seperti tadi. Siapa pun yang ingin mengetahui bagaimana gambaran api neraka seharusnya menyaksikan proses ini.

Dan ketika tiba saatnya memasukkan timah:

Para wazir, mufti, dan syeikh dikumpulkan: hanya empat puluh orang, selain para petugas tungku peleburan yang diizinkan melihat. Sementara yang lain disuruh diam, karena logam ini, ketika sedang dicampur, tidak boleh dilihat mata yang penuh dosa. Para pejabat yang bertanggung jawab meminta para wazir dan syeikh yang duduk di kursi di kejauhan untuk tidak henti-hentinya mengucapkan "Tidak ada daya dan kekuatan selain Allah!" Setelah itu pimpinan pekerjaan memasukkan timah dalam jumlah besar menggunakan pegangan dari kayu ke dalam lautan besi kuning cair tadi, dan kepala tungku berkata kepada Wazir Utama, para wazir, dan syeikh: "Lemparkan koin emas dan perak ke dalam campuran ini sebagai sedekah atas nama iman hakiki!" Tongkat-tongkat sepanjang tiang kapal digunakan untuk mencampur emas dan perak dengan logam dan segera diganti ketika mulai habis.


Ilustrasi pembuatan meriam abad pertengahan
Gambar di atas adalah hasil foto saya sendiri. Di google gak ada yang seperti itu. Coba perhatikan yang bikinnya aja lebih kecil dari meriamnya. Terbayang apa tidak betapa canggihnya meriam ini?? Nah itu kan meriamnya, kalo pelurunya??

Baso Mang Uep mah kalah!!

Segede gini pemirsa!! Subhanallah sekali ya..

Sumber:
buku sejarah berjudul 1453 oleh Roger Crowley

Wednesday, September 21, 2011

Kerajaan Ottoman di Turki

Tau kan kerajaan Ottoman di Turki?? Kalo belum tau coba baca post ini kali weh nambah wawasan. Atau yang udah tau dan mau baca juga boleh.

Kerajaan Ottoman didirikan dan diproklamasikan kemerdekaannya oleh Utsman I dari bangsa Turki Usmani, setelah Sultan Alauddin dari Dinasti Seljuk meninggal dunia pada tahun 1300 M. Utsman I dinobatkan sebagai raja (sultan) pertama dari kerajaan Ottoman, yang disusul dengan raja-raja beriktunya. Kerajaan Ottoman mengalami kemajuan pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II (1451-1481 M). Sultan ini berjasa besar, karena telah menyebarluaskan agama Islam ke Benua Eropa, melalui penaklukan kota Benteng Konstantinopel--yang saat itu adalah ibu kota Romawi Timur--pada tahun 1453 M. Karena keberhasilannya ini kemudian Sultan Muhammad II mendapat julukan Al-Fatih yang artinya "Sang Penakluk".

Kerajaan Ottoman mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Sultan Sulaeman I (1520-1566 M), yang bergelar Sulaeman Agung dan Sulaeman Al-Qanuni. Pada masa pemerintahannya kerajaan Ottoman memiliki wilayah kekuasaan yang cukup luas yaitu: Afrika Utara, Mesir, Hadzjaz, Irak, Armenia, Asia Kecil, Krimea, Balkan, Yunani, Bulgaria, Bosnia, Hongaria, Rumania, sampai ke batas Sungai Danube dengan tiga lautan yakni Laut Merah, Laut Tengah, dan Laut Hitam. Namun setelah Sulaeman Agung meninggal dunia, kerajaan Ottoman Turki mengalami kemunduran sehingga satu demi satu wilayah kekuasaannya melepaskan diri.

Berikut adalah penguasa kerajaan Ottoman yang terkenal:

1. Utsman I
Sebagai pendiri kerajaan Ottoman, Utsman lebih banyak mencurahkan perhatiannya kepada usaha-usaha untuk memantapkan kekuasaan dan melindungi kekuasaannya dari segala macam serangan, khususnya dari kekaisaran Byzantium. Kemudian Orkhan putra Utsman membentuk pasukan tangguh yang disebut Inkisyariah (populer dengan nama Janissary) untuk membentengi kekuasaannya. Pasukan Janissary berturut-turut dapat menaklukkan Broissa, Izmir, dan Ankara.

2. Murad I
Pada masa Murad I ekspansi besar-besaran Kerajaan Ottoman dilakukan sehingga berhasil menguasai Balkan, Adrianopel (Turki), Maccedonia, Sofia (Bulgaria), dari seluruh Yunani. Meraih kemenangan Murad I, kerajaan-kerajaan Kristen di Balkan dan Eropa Timur menjadi marah. Mereka menyusun kekuatan yang terdiri atas Bulgaria, Serbia, Hongaria, dan Rumania untuk menggempur kerajaan Ottoman. Meskipun Murad I tewas dalam pertempuran, tapi kemenangan tetap pada pihak Ottoman.

3. Bayazid I
Pada masa Beyazid I, perluasan wilayah Ottoman tetap dilakukan. Pada tahun 1391 M pasukan Beyazid I berhasil merebut benteng Philadelphia dan Gramani di Iran. Kesuksesan Beyazid I kembali menimbulkan keresahan di daratan Eropa yang mengakibatkan Paus menyeru umat Kristen untuk mengangkat senjata untuk melawan kerajaan Ottoman. Dengan dipimpin raja Hongaria, Sjismon, pasukan ini dibantu Perancis dan Jerman sehingga terjadi pertempuran di Nicopolis tanggal 25 September 1396 M.

Kerajaan Ottoman berhasil memenangkan pertempuran tersebut dan Eropa kembali menerima kekalahan. Pada tahun 1402 M, kerajaan Ottoman digempur oleh pasukan Timur Lenk, seorang penguasa Mughal. dengan kekuatan 800.000 orang, pasukan Timur Lenk dapat mengalahkan pasukan Beyazid I yang berkekuatan 120.000 pasukan. Akibat kekalahan itu, wilayah Ottoman hampir seluruhnya jatuh ke tangan Timur Lenk.

4. Murad II
Pada masa pemerintahan Murad II, kerajaan Ottoman bangkit kembali. Pada masa itulah ekspansi dilanjutkan. Berturut-turut Murad II dapat menaklukkan wilayah Vanesia, Salonika, dan Hongaria.

5. Muhammad Al-Fatih
Muhammad adalah putra Murad II yang mendapat gelar Al-Fatih (sang penakluk) karena pada masa berlangsungnya ekspansi besar-besaran, kota penting yang berhasil ditaklukkan adalah Konstantinopel (sekarang Istanbul) pada tahun 1453 M. Dengan demikian sempurnalah penaklukan umat Islam atas kerajaan Romawi Timur yang dimulai sejak Umar bin Khattab. Sejak saat itu Konstantinopel dijadikan ibukota kerajaan Ottoman dan namanya diubah menjadi Istanbul yang berarti tahta Islam. Ditaklukannya Konstantinopel memudahkan tentara Ottoman menaklukan Serbia, Albania, dan Hongaria.

6. Sulaiman Al-Qanuni
Puncak kejayaan kerajaan Ottoman adalah masa pemerintahan Sulaiman Al-Qanuni. Sulaiman diberi gelar Al-Qanuni karena berhasil membuat undang-undang yang mengatur masyarakat. Selain itu ia juga mendapat gelar Sulaiman yang Agung. Masa pemerintahan wilayah Ottoman waktu itu meliputi Aljazair, Mesir, Hejaz, Armenia, Irak, Asia Kecil, Balkan, Bulgaria, Yunani, Rumania, dan tiga laut yakni Laut Merah, Laut Hitam, dan Laut Tengah. 

Pemerintahan kerajaan Ottoman berlangsung selama tujuh abad. Kerajaan ini mulai melemah setelah kekuasaan Sulaiman Al-Qanuni. Pada umumnya penguasa yang menggantikannya tidak mempunyai wibawa dan lemah dalam memimpin negara. Penyebab yang lain adalah banyaknya keluarga dan sultan yang hidup dalam kemewahan sehingga memboroskan uang negara. Kondisi ini menyebabkan satu-persatu wilayah kekuasaan Ottoman lepas. Aljazair dan Tunisia direbut Perancis tahun 1830 M., Afrika Utara direbut Italia tahun 1911 M, dan Mesir direbut Inggris pada tahun 1917 M.

Kemunduran
Secara umum penyebab kemunduran kerajaan Ottoman adalah makin majunya negara-negara Eropa akibat adanya revolusi industri di Inggris. Selain itu peran kerajaan Ottoman sebagai penghubung perdagangan antara barat dan timur melemah dengan ditemukannya Tanjung Harapan.

Disalin dikutip dari: LKS Agama

Tuesday, August 23, 2011

The Alchemist bukan The Alchemyst

hoaduuuuuuuuuuh udah lama pisan gak posting. Yah, maklum lah baru balik dari pencarian jati diri. Selama Ramadhan teh ada aja pengalaman spiritual yang saya dapat, yang datangnya--tentu saja--tak terduga-duga.

jadi saya teh..suka sama orang. terus-terus??!! gak nyambung ya?? hmmm kalo dipikir-pikirmah blog teh gak mutu pisan. Masa isinya curhaaaaaaaaaaaat terus..

kali ini mah enggak, gak akan curhat. Saya mau merekomendasikan novel yang--menurut sayamah--simpel dan sarat makna filosofis. filosofis teh apa? gak tau biar agak kerenan ajalah.

judulnya The Alchemist karangan Pak Paulo Coelho. Pak Coelho ini lahir di Brazil puluhan tahun silam. Beliau udah nerima pernghargaan banyak dari karyanya : si Alchemist ini, tapi sayang menurut negara asalnya sendiri novel ini kurang dihargai karena terlalu sederhana. Gak tau lah ya..

Oh iya, the Alchemistnya Pak Coelho punya kembaran. Judulnya sama percis hanya beda penulisannya aja. The Alchemyst karya Michael Scott. Kalau yang ini mah gak tau belum pernah baca.

awalnya tau buku ini dari LKS bahasa Inggris. Disinggung nama Paulo Coelho gitu, berarti lumayan terkenal kaaaan..

taraaaaaaaaaaaa...



jujur, awalnya gak niat beli ni buku. Berhubung buku yang saya carinya gak ada yaudah duitnya saya perbolehkan buat beli sesuatu yang lain (buku lain maksudnya). Sampul depan si buku gak begitu menarik, cenderung kaya cerita anak-anak jadinya. bikin minat berkurang. tapi berhubung udah nemu nya beli weh..

Saya akan bercerita sedikit tentang buku ini. Simpel? Ya, amat simpel. Tapi menurut Nafta, teman saya buku ini tuh susah dipahami, butuh waktu lama untuk paham tiap paragrafnya. Tapi menurutku enggak gitu. Memang terkadang membosankan bacanya, tapi gak bakalan rugi deh setelah tau endingnya. Tiba-tiba mikir gimanaaa gitu.

Sinopsis? oke oke.. tapi gak akan semua deh biar penasaran kalian.

Seorang remaja namanya Santiago, berasal dari Spanyol. Dia punya rutinitas sehari-hari yakni menggembalakan domba. Lewat yang dideskripsikan Pak Coelho, Santiago ini sedikit urakan, tapi kritis. Ia sudah berkelana ke padang-padang di tanah Andalusia untuk sekedar memberikan rumput segar buat domba-dombanya.

setelah dombanya berbulu lebat ia akan pergi ke kota dan menjual bulu-bulu itu ke seorang saudagar. Satu tahun sekali. Nah, dia ingat tahun kemarin ketika ia menjual bulu domba ke saudagar yang sama, dia ketemu sama putri sang saudagar. Jatuh cinta intinamah ya gak usah berbelit-belit.

suatu hari Santiago mimpi aneh. Berulang-ulang pula. Mimpinya itu berhubungan dengan Piramid. Piramid kan jauh adanya di Mesir. Terus Santiago datang ke seorang Gypsi untuk mengartikan mimpinya itu. eh eh, sebelumnya dia ketemu dengan seorang tua yang mengaku raja. Raja Salem!!! Negri antah-berantah lah itumah gak tau ada beneran apa enggak. Ternyata raja tua itu adalah sesuatu. entah dia itu apaan pokoknya bisa berubah-rubah wujud. Tujuannya adalah memberi bantuan kepada orang yang sedang dalam perjalanan meraih mimpinya.

Pokoknya gitu deh, dengan bantuan tidak langsung dari raja tua itu Santiago berhasil meraih mimpinya--yang sesungguhnya amat dekat dan bukan di Piramid.

Alchemist = ahli kimia
terus kenapa judulnya The Alchemist?

Iya, Santiago itu disuruh menemui Sang Alkemis yang bisa merubah benda apapun jadi emas. Yang katanya begitu ia bertemu dengan sang ahli kimia ia akan dapat bantuan amaaaaaaaat besar.

Oya, setelah googling seabad diketahui kalau iman Pak Coelho ini adalah Katolik. Lah tapi di karya-karyanya selalu diselipkan nilai-nilai Islam. Contohnya di The Alchemist ini dijelaskan rukun Islam dan perilaku terpuji Nabi. Waaaaaaoooo ada apa ya??

Sempat tau juga kalo katanya Paulo Coelho ini punya pandangan religius sendiri. Lewat karya-karyanya bisa saya simpulkan sendiri dia seorang beragama, meski dia sendiri berpendapat kalau agama itu hanya media atau fasilitas. Katanya kita bisa memuja Tuhan lewat berbagai cara, tidak selalu harus dengan agama. Dia juga bilang bahwa lewat Islam tuh seakan lebih mudah untuk kenal Tuhan dibanding agama-agama yang lain. Maksudnya apa ya mana saya tau :D

nah, karena saya kesemsem sama buku beliau, jadilah saya beli karya beliau satu lagi. Sekarang lagi saya baca jadi gak boleh dulu dipinjamkan. judulnya : Witch of Portobello. Witch itu bukan arti sebenarnya, lagi-lagi pak Coelho gak menggunakan arti harfiah. Lawong tokohnya itu wanita biasa aja yang populer dan sama sekali bukan penyihir.

jadi intinya apa??

Intinya saya mau promosi. Baca buku bagus ini ya kalo sempat :D

Thursday, July 7, 2011

Ada Obsesi Ada Jalan : Sultan Mehmed II

Fiuuuhh..punya obsesi baru nih. Well emang gak mudah untuk sekolah ke luar negeri tapi seenggaknya saya berani sejauh ini. Saya berani mimpi dan yakin suatu saat nanti bisa terwujud. This is my dream: Visiting Turkey. (Haha duit dari mane monyong??)

Kenapa Turki? Bukan tanpa alasan. Turki, walaupun sekarang adalah negara sekuler dan asas islam dipisahkan dari aspek politiknya tetap saja bisa narik hati saya. Pasalnya Turki merupakan salah satu bukti bahwa Islam pernah berjaya. Dengan Konstantinopel yang waktu itu adalah salah satu kota penting Kekaisaran Byzantium (Romawi Timur, red) berhasil direbut oleh Sultan berusia 21 tahun!!! Sultan Mehmed II memang berani, tapi dia juga seorang sultan yang cinta seni, kadang bisa sangat baik sekaligus kejam. Yah, begitulah sifat seorang sultan kala itu...

Kesultanan Ottoman kala itu tidak mewariskan tahta pada anak tertua, melainkan pada anak yang paling kuat. Dengan begitu, perang saudara tak terelakkan. Dulunya ayah Sultan Mehmed II, Murad, sangat menyayangi kakak tiri Mehmed, Ali dan ingin menjadikannya sebagai Sultan selanjutnya. Tapi karena suatu sebab, Ali mati terbunuh dan membuat Murad terpukul.

Potret buatan Usmani yang menggambarkan Sultan Mehmed II
di usia senjanya
Semasa kecil Mehmed II adalah seorang anak yang pembangkang, tidak mau belajar seperti seharusnya anak seorang sultan. Kesehariannya hanya bermain dan bermain. Setelah kematian Ali, Murad mengutus seorang mullah pilihan untuk mengajari Mehmed--yang sudah jadi sultan. Dengan tongkat kayu di tangan sang mullah, akhirnya Mehmed mau tunduk dan belajar. Setiap tidak menurut pastilah Mehmed dipukulnya.

Obsesinya adalah Kaisar Romawi seperti Alexander Agung dan Julius Caesar, sebagaimana yang diceritakan pengasuhnya sebelum tidur. Dari sinilah dipupuk semangat untuk menguasai Konstantinopel.

Memang menguasai Konstantinopel sudah ada sejak lama dalam benak kaum Muslim, sejak zaman Nabi Muhammad bahkan diriwayatkan dalam sebuah hadist (ape ye lupa). Dan pada tahun 1453 dengan mudah Konstantinopel diambil alih oleh Sultan Mehmed II. Seorang Sultan sekaligus panglima perang berbahaya yang dianggap orang barat sebagai "Sultan ingusan yang lugu".

Hari ini, dia berkata zaman telah berubah,
dan dia menyatakan akan bergerak dari Timur ke Barat
sama halnya di masa lalu orang Barat bergerak ke Timur.
Di dunia ini, katanya, hanya boleh ada satu kerajaan,
satu keimanan, dan satu kedaulatan.

- Giacomo de Languschi, Italia -


Monday, May 23, 2011

Sekilas Muslim di Turki dan Denmark

Hm...entah kenapa saya kemarin-kemarin sedang tertarik untuk mainan omegle. yap, situs dengan ikon omega miring dengan "talk with the stranger"-nya memang sempat buat saya kesemsem.

iseng-iseng, tapi saya mengaku senang bisa chat dengan orang-orang dari luar negeri, meskipun bhs inggris saya jelek ya cuek ajalah gak kenal ini. Hahaha..

Pernah satu malem saya chat sama orang Turki, namanya Alp. Kebetulan dia seorang muslim juga. Yaudah deh kita ngobrol ngaler ngidul kemana-kemana ngomongin sejarah. Meskipun agak gak nyambung karena kendala bahasa. Tapi, chat sama orang bener macam Alp ini bisa dibilang prestasi loh. Kenapa?lebay? Saya rasa tidak, karena jaman gini susah buat cari orang bener, apalagi di Omegle. Kebanyakan orang menggunakan Omegle buat hal yang buruk dan gak guna. Yah, saya kira anda-anda mengerti.. ehm.. maksud saya.

Nah, di tengah obrolan kita ngomongin tentang populasi muslim, baik di Indonesia sini atau di Turki. Alp bilang Turki itu mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi banyak yang gak mencerminkan. Kebanyakan pabrik-pabrik atau industri besar di sana gak mengindahkan seruan adzan, mereka hanya ngasih waktu istirahat yang sempit banget, dan Alp bilang hal itu bikin para karyawan gak memungkinkan untuk shalat.

Lain di Turki, lain juga di Denmark. Kali ini partner saya namanya Simon. Kesan pertama saya liat dia, mukanya itu cengengesan dan cerminan dari anak brandal. Eh taunya emang bener dia berandal, ngaku pula pernah ditangkep polisi karena berantem adu pukul botol bekas alkohol. Gak tau deh bener apa enggak. Karena waktu itu kita chat nya video dan saya lagi pake jilbab, mulai deh masuk ke topik ini. 

Awalnya Simon nanya apa benda putih yang menutupi rambut saya, ya saya jawab aja ini hijjab (bhs internasionalnya jilbab). Terus dia bilang kenapa saya melakukan itu, dan tidak membiarkan rambut saya terurai. Saya jawab karena saya muslim. Wah, obrolan kita panjang banget. Sebenarnya Simon ini seorang Kristian, kristian yang baik. Dimana saya tau? dari bicaranya, dia sopan banget. Kalau salah dikit aja minta maap. Terus dia bilang kalau dia pernah baca Quran dan berpikir Quran itu bagus, dia juga bilang suka sama perempuan yang gak menunjukkan bagian badannya (bener apa kaga ya?)

"idk, i just like that thing, Farras" gitu cenah katanya.

Kalau di Denmark ini menurut cerita Simon banyak juga orang Islam. Tapi sebagian dari mereka gak begitu taat aturan, katanya. Terkadang orang muslim di sana cuma shalat 3-4 kali sehari, tetap makan di bulan ramadan, gak semua perempuan muslim Denmark pake hijjab.

"Burka!"

buseeeeeet, sangka gue basa apa tuh taunya Burka itu jilbab kalo bahasa Denmarknya.

"wht burka?"
"its hijjab. i just remembered that ^^" kata Simon.

waoooo, keliahatan kok ni anak gak begitu bandel..

Simon juga bilang katanya jual-beli sex di Denmark itu legal!
What?legal? OH MY GOD!!

Hmmmm... begini nih, belom mata perih sih ya terus nulis aja. Yaudah, sekian itu tadi sesuatu yang saya simpulkan tentang pendapat beberapa orang tentang situasi muslim di luar Indonesia, yakni Turki dan Denmark. Semoga apa yang mereka bilang itu gak sepenuhnya bener. Saya yakin masih banyak orang yang gak cuma pegang agama sebagai embel-embel, tapi sesuatu yang amat penting dan sakral. Yah, semoga saja...

Tuesday, April 19, 2011

Yuk, budayakan makan sambil duduk

Dewasa ini mungkin kita tak jarang menemukan orang yang kalau makan atau minum sambil berdiri. Tapi, dibalik itu saya sendiri penasaran hal demikian diperbolehkan atau tidak. Pasalnya, di sekolah saya makan sambil berdiri itu dilarang dan dianjurkan makan atau minum sambil duduk. Kenapa sih memangnya kalau makan atau minum sambil berdiri?
pertama kita lihat hadist ini:



Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)
atau ini nih...
Bersabda Nabi dari Abu Hurairah,”Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)

Nah, sebagai muslim yang baik tentu kita harus mengikuti tuntunan rasul kita Muhammad.










Cerita mamah katanya kalau kita jalan sambil bawa-bawa makanan, setan itu mengikuti kita, menunggu-nunggu kita untuk memakannya tanpa baca doa dulu, dia kegirangan tuh kalau melihat kita makan dengan terburu-buru.


Dari segi kesehatan juga kita lebih dianjurkan makan sambil duduk karena memudahkan kita agar pencernaan bisa lebih baik dalam mencerna makanan yang kita makan. Selain itu, kalau mau makan doa dulu, pake tangan kanan, dianjurkan dimulai dari pinggir, tidak duduk sambil bersandar, dan makan di tempat yang baik-baik, supaya berkah dan bermanfaat. Amin.


Yuk, makan sambil duduk ^^